Di Australia, Jokowi Nyatakan Iklim Investasi Indonesia Positif

Presiden Joko Widodo didampingi ibu negara Iriana berjalan menuju ruang VVIP setibanya di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2016). Presiden beserta delegasi tiba kembali di Tanah Air usai melakukan lawatan ke Amerika Serikat untuk menghadiri KTT ASEAN-AS, berkunjung ke Silicon Valley dan menjadi pembicara utama dalam US-ASEAN Business Council. (Sumber: kompas.com/TRIBUN NEWS/HERUDI

JAKARTA, Baranews.co – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa iklim investasi di Indonesia saat ini cukup positif.

Hal itu diungkapkan Jokowi di hadapan para pengusaha yang hadir dalam pertemuan bisnis di Hotel Shangri-La, Sydney, Australia, Sabtu (25/2/2017) petang.

“Saat ini kita sedang menikmati sentimen positif iklim investasi di Indonesia. Beberapa waktu lalu, lembaga pemeringkat Moody’s menaikan status outlook Indonesia dari stabil ke positif,” kata Jokowi, dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Penilaian positif, menurut Jokowi, juga diberikan Bank Dunia. Saat ini, iklim investasi dan kepercayaan publik terhadap Indonesia menunjukkan peningkatan.

“Akan tetapi, saat ini kita sedang menghadapi tantangan terutama dari kondisi politik dalam negeri, terutama pemilihan gubernur DKI Jakarta yang menyita banyak perhatian,” ujarnya.

Kendati demikian, Jokowi meyakinkan pengusaha yang hadir, bahwa situasi politik dalam negeri akan kembali tenang setelah pemilihan putaran kedua berakhir pada bulan April yang akan datang.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan proses reformasi birokrasi yang tengah dilakukan guna mempermudah investasi.

Dia berharap, proses ini dapat mendukung tercapainya kesepakatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA) yang diharapkan bisa selesai dalam tahun ini.

“Kita masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai IACEPA tahun ini. Untuk itu saya ingin mendengar kemajuan dari kesepakatan tersebut,” kata Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema, serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. (Dani Prabowo/kompas.com/if).

Be the first to comment

Leave a Reply