Senyum Jokowi Saat Basuki Menyanyi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai peresmian Jembatan Antapani di Bandung, Selasa (24/1/2017). (Sumber: kompas.com/Arimbi Ramadhiani)

Riuh tepuk tangan memecah suasana di Rumah Makan Lateri Beach, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (9/2). Tiba-tiba saja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono naik panggung kecil tempat musisi memainkan alat musiknya. Basuki mengambil pelantang suara dan langsung mengajak penyanyi rumah makan itu berdendang bersama.

Basuki memilih lagu berjudul “Parcuma”, lagu pergaulan warga Maluku. “Parcuma” adalah salah satu lagu yang disukai Basuki selain lagu-lagu lain. Layaknya penyanyi panggung, Basuki memulai melantunkan suara. Suaranya kuat dengan kepercayaan diri. “Kalau ada yang mo maso minta//nona tarima saja//jang ale pikir beta lai//perkara cinta beta cinta//mo sayang paling sayang//marsio mo biking apa//parcuma beta susah di rantau,” demikian suara Basuki mematahkan keraguan orang yang semula menduganya tak bisa menyanyi.

Lagu “Parcuma” berakhir dengan tepuk tangan. Mereka yang hadir di rumah makan itu meminta Basuki menyanyi kembali karena tampaknya tidak puas hanya sepotong lagu. Basuki tak menolak dan sepertinya memang senang bernyanyi. Kali ini, Basuki melantunkan lagu lain, “Maluku Tanah Pusaka”, ciptaan Eddie Latuharhary. Suaranya larut dengan debur ombak kecil air laut di Teluk Ambon di dekat rumah makan tersebut. Sebagian pendengar lantas ikut bernyanyi ketika Basuki sampai pada lirik ini, “Dari ujung Halmahera//Sampai tenggara jau//katong samua basudara.”

Sementara Basuki menyanyi, Presiden Joko Widodo berbincang-bincang dengan sejumlah menteri di depan meja makan. Presiden sesekali memperhatikan Basuki menyanyi sambil melempar senyum. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang duduk di depan Presiden, juga terlihat tersenyum.

Siang itu, menu yang dihidangkan ke Presiden di antaranya sajian olahan khas ikan laut dari Maluku. Makan siang bersama itu dilakukan Presiden Jokowi dan para menteri seusai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Kota Ambon. Senyum Presiden dan para menteri melengkapi kenikmatan masakan disertai suguhan nyanyian Basuki.

Tak sekali menteri yang sibuk dengan urusan pembangunan infrastruktur itu menyanyi. Sehari sebelumnya, Basuki juga melakukan aksi spontan menyanyi saat mendampingi Presiden di Toko Buku Gramedia, di sebuah mal di Kota Ambon, beberapa jam setelah rombongan kunjungan kerja Presiden mendarat di Ambon, Rabu malam.

Basuki saat itu menyanyikan lagu “Sepanjang Jalan Kenangan” dan “Kolam Susu”. Setelah Presiden membeli buku dan melayani pertanyaan sejumlah wartawan, Basuki spontan mengambil sebuah gitar yang dipajang dan memetiknya. Presiden tersenyum dan justru meminta jurnalis mendengarkan nyanyian Basuki terlebih dahulu sebelum bertanya. “Itu Pak Basuki lagi menyanyi,” kata Presiden terkekeh.

Mendapat respons positif, Seskab Pramono Anung, Sekretaris Presiden Darmansa Djumala, dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal (Mar) Bambang Suswantono pun ikut bernyanyi. Saat mereka menyanyi, tanpa menunggu lagi, Presiden kemudian meladeni pertanyaan wartawan. Jadilah sebuah wawancara yang seperti diiringi petikan gitar dan nyanyian sang menteri. Bagi pers, peristiwa ini dicatat dan dikenang karena momentum seperti ini jarang terjadi dalam kunjungan kerja Presiden ke suatu daerah selama ini.

Selesai mewawancara Presiden, wartawan menemui Basuki untuk menanyakan alasannya menyanyi. Menurut Basuki, sudah lama ia menyukai musik dan bernyanyi. Bahkan, Basuki ingin “hiburan” dadakannya itu dijadikan sebagai alat diplomasi dalam pergaulan. Presiden, kata Basuki, perlu didekati dengan cara-cara seperti itu.

Serasa bersama teman

Sebelum kunjungan kerja ke Ambon, Presiden menyempatkan bermain futsal dengan para menteri Kabinet Kerja melawan kelompok jurnalis yang meliput di Istana. Basuki dan para menteri lain ikut bermain. Setibanya di Ambon, Basuki juga ternyata yang berinisiasi mengajak Presiden makan bakso di Maluku City Mall. Spontanitas itu, meskipun sedikit merepotkan dokter kepresidenan, membuat hubungan para menteri dengan Presiden menjadi cair.

Di hadapan semangkok bakso, selain dengan Basuki, Presiden juga berbincang dengan sejumlah menteri lain serta Gubernur Maluku Said Assagaff. Kebersamaan seperti itu tentunya sangat positif karena dapat menghilangkan kisi-kisi birokrasi. Harapannya, kinerja menjadi semakin produktif karena dapat berkomunikasi tanpa jarak. (ANDY RIZA HIDAYAT)/Harian KOMPAS/kompas.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*