Trump Ajukan Banding atas Putusan Pengadilan yang Memblok Kebijakan Imigrasi AS

Pemerintah Amerika Serikat mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menghentikan sementara kebijakan imigrasi AS. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan surat perintah eksekutif yang melarang imigran dan pendatang dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim masuk ke AS.

Para demonstran menyuarakan aspirasinya saat menggelar aksi protes terhadap kebijakan Presiden Trump yang melarang imigran umat muslim dari tujuh negara masuk ke Amerika di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat, 28 Januari 2017. (AFP/Stephanie Keith)

Florida, Baranews.co – Pemerintah Amerika Serikat mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menghentikan sementara kebijakan imigrasi AS. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan surat perintah eksekutif yang melarang imigran dan pendatang dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim masuk ke AS. Sementara itu ribuan warga AS, dari New York ke Los Angeles, melakukan demonstrasi menentang kebijakan Trump.

Pengadilan mengeluarkan putusan pada Jumat (3/2) yang memblok sementara perintah Trump, diikuti oleh Kementerian Dalam Negeri AS yang langsung membatalkan pembatalan visa dari Suriah, Yaman, Libya, Sudan, Somalia, Irak, dan Iran. Hal ini dimanfaatkan sejumlah kecil imigran dan pendatang untuk melanjutkan perjalanan ke AS.

Pada hari Sabtu (4/2), Kementerian Kehakiman AS mengajukan banding ke Mahkamah Banding atas putusan hakim James Robart dari Pengadilan Federal di Seattle.

Trump melalui akun Twitternya mengkritik keputusan hakim Robart. “Opini orang yang disebut hakim ini akan merebut penegakan hukum dari negara ini. Putusan itu konyol dan akan dibatalkan”.

Trump juga mengatakan bahwa pembatalan surat perintahnya akan menyebabkan banyak orang berbahaya masuk ke AS.

Dalam argumennya, hakim Robart mengatakan tidak ada bukti kuat bahwa imigran dari tujuh negara berbahaya bagi keamanan AS.

Faisal Maliki Baskoro/FMB

NY Times

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*