Jaga Inflasi 2017, Gubernur BI: Harga Pangan Harus Terkendali

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardjojo, menyatakan inflasi pada tahun ini akan tertekan dengan adanya langkah pemerintah yang mencabut subsidi listrik 900 VA, sampai penyesuaian tarif atas STNK.

Jakarta, Baranews.co – Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardjojo, menyatakan inflasi pada tahun ini akan tertekan dengan adanya langkah pemerintah yang mencabut subsidi listrik 900 VA, sampai penyesuaian tarif atas STNK.

Hal itu diungkapkan Agus saat menyampaikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

“Kita diskusikan bahwa tahun ini akan ada tekanan inflasi yang lebih dari sisi administered prices. Di 2016 yoy 0,21% dari 2015, artinya tidak ada apa-apa, relatif tak ada tekanan dari administered prices,” jelas Agus.

“Namun di 2017 ada pengurangan subsidi listrik, penyesuaian biaya STNK, atau penyesuaian harga BBM, atau rencana tetapkan BBM satu harga. Hal ini adalah komponen adminstered prices,” tambahnya.

Menurut Agus, di Januari 2017 saja sudah terlihat mulai ada tekanan inflasi. Namun demikian, dengan berbagai upaya, BI masih tetap yakin inflasi masih terjaga di 4% plus minus 1%.

“Kita ikuti di Januari inflasi cukup tinggi 0,97% dibandingkan dengan Januari tahun lalu sekitar 0,51%. Dan kita ketahui ada administered prices di situ. Kita kompensasi mengupayakan harga bahan pokok terkendali,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, BI pun bakal terus berkomunikasi dengan pemerintah, agar kebijakan yang bisa mengatrol inflasi dari administered price bisa ambil saat kondisi harga-harga kebutuhan sedang stabil.

“Ketika kebijakan administered price diambil, yakni saat yang lain terjaga. Karena di 2017 ini akan ada reformasi terhadap subsidi yang kurang produktif. Kita komitmen jaga inflasi dengan range 3-5%,” ungkap Agus. (detik.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply