7 Hal Mengejutkan yang Bisa Dilihat Dokter dari Hasil Tes Darah

Anda sudah tahu bahwa tes darah sederhana dapat mengungkap beberapa hal dasar menyangkut kesehatan, seperti kadar Kolesterol, jumlah sel darah merah dan putih dan apakah Anda kekurangan gizi atau tidak.

Baranews.co – Anda sudah tahu bahwa tes darah sederhana dapat mengungkap beberapa hal dasar menyangkut kesehatan, seperti kadar Kolesterol, jumlah sel darah merah dan putih dan apakah Anda kekurangan gizi atau tidak.

Tapi apakah Anda tahu, bahwa tes darah juga dapat mengungkapkan usia biologis Anda, bahkan risiko Anda terkena depresi?

“Di dalam darah, kita memiliki 1.000 sampai 2.000 protein yang dapat diukur ” kata Stefan Enroth, Ph.D., profesor imunologi di Uppsala University di Swedia.

Masing-masing protein melakukan beberapa tugas bagi kelangsungan kehidupan kita. Semakin dalam kita belajar tentang protein-protein itu, semakin kita dapat mengetahui apa yang terjadi di seluruh bagian tubuh kita.

Pengetahuan itu memberi dasar untuk diagnosis medis dan rencana pengobatan berbagai kondisi kesehatan. Anda mungkin akan terkejut apa yang bisa dokter lihat dari profil darah Anda.

1. Usia Anda

Usia kronologis adalah jumlah waktu yang telah berlalu sejak Anda dilahirkan. Sedangkan usia biologis, yang bisa dokter lihat dari hasil tes darah, mengacu pada berapa usia tubuh dan sistem internal Anda dibandingkan dengan orang lain dalam kelompok usia yang sama, jelas Enroth.

Misalnya, usia kronologis Anda sekarang 42 tahun, mungkin saja usia biologis Anda menyerupai orang usia 38 tahun, karena Anda disiplin menerapkan pola hidup sehat dibanding teman-teman seusia Anda.

Orang yang merokok, memiliki BMI tinggi, tidak berolahraga dan hobi makan atau minum yang manis-manis, biasanya memiliki usia biologis dua sampai enam tahun lebih tua dibanding mereka yang tidak merokok, memiliki BMi ideal dan tidak menyantap gula berlebihan.

2. Risiko Anda Terkena Alzheimer 10 Tahun dari sekarang

Sekelompok kecil protein di dalam darah Anda dapat menunjukkan, apakah Anda akan mengembangkan penyakit Alzheimer 10 tahun mendatang, demikian menurut sebuah studi oleh peneliti Inggris pada tahun 2015.

Penelitian ini masih penelitian awal. Tetapi penulis studi mengatakan, identifikasi risiko individu sejak dini dapat membantu Anda dan dokter melakukan pencegahan dan rencana pengobatan yang lebih efektif.

3. Apakah Anda Mengalami Gegar Otak

Para dokter telah lama berjuang untuk menentukan protokol yang akurat untuk menilai apakah Anda menderita gegar otak atau cedera otak traumatis.

Gegar otak, pada beberapa kasus, tidak mengakibatkan gejala yang jelas dalam beberapa jam atau hari setelah insiden berlangsung.

Hal ini adalah masalah besar, terutama bagi atlet. Jika seorang atlet menderita pukulan atau benturan kepala untuk yang kedua kali, sementara sebenarnya mereka sudah menderita gegar otak, ini bisa mematikan atau menyebabkan masalah kognitif jangka panjang.

Gegar otak bahkan telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko Alzheimer di kemudian hari (meningkatkan memori dan usia-bukti pikiran Anda dengan solusi alami).

Sebuah penelitian terbaru yang di muat di JAMA Neurology mengatakan, tes darah sederhana yang menggunakan protein sebagai penanda, bisa mengungkapkan apakah sebenarnya Anda menderita gegar otak atau tidak, hingga tujuh hari setelah terjadi benturan di kepala.

4. Tingkat Gangguan Emosi Anda

Selama bertahun-tahun, para ahli percaya, adalah benar-benar tidak mungkin mengidentifikasi gangguan mood menggunakan tes darah atau scan otak.

Tapi penelitian terbaru dari Austria berhasil mengidentifikasi zat kimia tertentu di otak, yang juga ditemukan dalam darah, dapat menunjukkan tingkat hormon hormon kebahagiaan Anda.

Tes darah ini dapat membantu dokter meresepkan obat yang lebih efektif untuk mengobati depresi klinis, kata para peneliti Austria.

5. Setiap Sakit Flu yang Pernah Anda Alami

Seperti rekam medis, darah juga dapat mengungkapkan jejak virus atau sakit yang pernah Anda alami.

Menurut sebuah penelitian terbaru di jurnal Science, tubuh Anda mengembangkan antibodi untuk menangkis penyakit dan jejak antibodi terus ada di dalam aliran darah selama sisa hidup Anda.

6. Risiko Alkoholisme

Sebuah zat kimia tertentu di dalam darah yang disebut “PEth”, mungkin meningkat di kalangan orang-orang yang secara biologis rentan terhadap alkoholisme.

Para peneliti yang berasal dari University of Illinois menemukan lonjakan PEth dalam darah mahasiswa yang sering terlibat dalam pesta minuman keras.

Zat kimia darah ini juga telah dikaitkan dengan alkoholisme di kalangan orang dewasa yang berusia lebih tua, dan dapat membantu dokter memberikan pengobatan yang lebih efektif untuk para pengguna alkohol.

7. Tingkat Kecemasan Anda

Kecemasan atau stres bisa menimbulkan gejala fisik seperti ketegangan di bahu atau jantung berdetak lebih kencang.

Peneliti dari Hebrew University di Yerusalem mengatakan, mereka bisa melihat seberapa tingkat kecemasan seseorang dari jenis protein tertentu di dalam darah.

Dengan memeriksa protein ini, dokter dapat menentukan apakah kecemasan Anda masih terkontrol atau sudah di luar batas yang Anda sulit untuk mengontrolnya. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply