SISI LAIN ISTANA: Canda Mega di HUT Ke-07

Sumber: Harian KOMPAS/HANDINING

Ulang tahun ke-70 presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (23/1), penuh canda dan tawa. Presiden Joko Widodo dan para hadirin pun ikut bersukaria. Pengamat sosial dan politik Daniel Dhakidae, yang awalnya duduk serius, akhirnya ikut terbahak-bahak. “Aduh, lucunya minta ampun,” kata Daniel.

Kelucuan pertama dimunculkan Megawati lewat sampul undangan yang dikirimkan kepada para tamu. Selain dihiasi foto diri, juga tulisan “Tertawa Bersama Ibu Mega (07 Tahun)”.

Tawa ria tak hanya muncul saat pagelaran teater Tripikala yang dipimpin Butet Kartaredjasa dan pembacaan puisi oleh dalang Sujiwo Tejo. Tetapi, juga saat Mega menyampaikan pidato, yang isinya mengundang tawa terpingkal-pingkal.

Dalam pidato awalnya, Mega menjelaskan mengapa menulis ulang tahunnya dengan “07”. Menurut Mega, angka 07 mirip 007, simbol tokoh detektif di novel dan film James Bond. “Karena saya memang senang film James Bond,” ujarnya seraya menyapa “Bapak Presiden, Pak Jokowi, dan tamu lainnya…”

Mega sengaja cuma menyebut nama Presiden Jokowi untuk memperlihatkan simbol bahwa presiden selalu hadir bagi rakyat Indonesia. “Indonesia tidak boleh vakum,” ujarnya.

Selanjutnya, Mega menjelaskan dirinya lama di panggung politik yang penuh ketegangan sehingga perlu panggung seni. “Maka, saya pun ngobrol dengan Mas Butet. Mana tadi orangnya,” ujarnya minta Butet naik dan berdiri di panggung di sampingnya.

Menurut Mega, panggung seni untuk meredakan ketegangan. Bicara di bagian ini, Mega menyisipkan suasana saat menjelang perombakan kabinet. “Heboh. Banyak yang petantang-petenteng, menunjukkan diri seolah sudah pasti jadi. Sok tau banget. Saya senyam-senyum saja. Ada yang datang dan tanya, ‘saya jadi enggak, ya, Bu?’ Jawab saya, ‘Yang Presiden itu sopo to yo? Begitulah keadaannya,” demikian Mega.

Setelah jadi menteri, dinilai ada juga yang fisiknya berubah. “Ciri mereka semakin kelihatan apa? Ubannya semakin banyak dan garis-garis di dahinya semakin tebal. Saya tidak tahu apakah penampilannya begitu atau dibuat agar kelihatan serius. Maka, sekarang saya buat tertawa terus,” katanya.

Tentang digelarnya acara ini, lanjut Mega bercanda, merupakan persiapan jika ia pensiun dan menjadi produser. Acara ini dinilainya juga strateginya agar dia tak perlu kelelahan bersalaman dengan banyak tamu.

Saya bilang sama Mbak Puan, memang enak salaman terus? Kan, banyak yang bilang umur saya sudah 07 itu lho. Maka, mohon maaf dan terima kasih atas kehadirannya. Mari kita nikmati pertunjukan ini. Dengan catatan, awas lho kalau pertunjukannya tak lucu. Saya tak akan pakai lagi. Dan, Pak Jokowi tak usah cepet-cepet pulang. Bilang sama ajudan sampai selesai. Wong saya juga pernah jadi presiden, kok,” papar Mega.

Ucapan Mega yang terakhir itulah yang disebut Daniel Dhakidae humor presidensial. (J Osdar)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply