Koruptor Paling Tamak Dalam Sejarah

Sumber: dw.com

Hampir tidak ada diktatur di dunia yang tidak menilap uang negara. Tapi ketika sebagian puas dengan vila atau jet pribadi, yang lain rakus tanpa henti. Berikut daftar koruptor yang paling getol mengumpulkan uang haram.

 

#1. Soeharto, Indonesia

Selama 32 tahun berkuasa di Indonesia, Suharto dan keluarganya diyakini menilap uang negara antara 15 hingga 35 miliar dolar AS atau sekitar 463 triliun rupiah. Jendral bintang lima ini lihai menyembunyikan kekayaannya lewat berbagai yayasan atau rekening rahasia di luar negeri. Hingga kini kekayaan Suharto masih tersimpan rapih oleh keluarga Cendana

Philipinen Ferdinand Marcos

#2. Ferdinand Marcos, Filipina

Ferdinand Marcos banyak menilap uang negara selama 21 tahun kekuasaanya di Filipina. Menurut Transparency International, ia mengantongi setidaknya 10 miliar dolar  AS. Terutama isterinya, Imelda, banyak menikmati uang haram tersebut dengan mengoleksi lebih dari 3000 pasang sepatu. Imelda kini kembali aktif berpolitik dan ditaksir memiliki kekayaan sebesar 22 juta dolar AS.

Mobutu Sese Seko

#3. Mobutu Sese Seko, Zaire

Serupa Suharto, Mobutu Sese Seko berkuasa di Zaire selama 32 tahun. Sang raja lihai memainkan isu invasi negara komunis Angola untuk mengamankan dukungan barat. Ketika lengser, Mobutu Sese Seko menilap hampir separuh dana bantuan IMF sebesar 12 miliar dolar AS untuk Zaire dan meninggalkan negaranya dalam jerat utang.

Nigeria Bildergalerie Staatspräsidenten Sani Abacha

#4. Sani Abacha, Nigeria

Cuma butuh waktu lima tahun buat Sani Abacha untuk mengosongkan kas Nigeria. Antara 1993 hingga kematiannya tahun 1998, sang presiden meraup duit haram sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar 66 triliun rupiah. Sesaat setelah meninggal, isterinya lari ke luar negeri dengan membawa 38 koper berisi uang. Polisi kemudian menemukan perhiasan senilai jutaan dollar ketika menggeledah kediaman pribadinya

Kriegsverbrecher-Prozess gegen Milosevic

#5. Slobodan Milosevic, Serbia

Slobodan Milosevic yang berkuasa di Serbia antara 1989-1997 dan kemudian Yugoslavia hingga 2000 tidak cuma dikenal berkat serangkaian pelanggaran HAM berat yang didakwakan kepadanya, melainkan juga kasus korupsi. Selama berkuasa Milosevic diyakini menilap uang negara sebesar 1 miliar dolar atau sekitar 13 triliun rupiah.

Haiti Ehemaliger Diktator Jean-Claude Duvalier gestorben

#6. Jean-Claude Duvalier, Haiti

Selama 15 tahun kekuasaannya di Haiti, Jean-Claude Duvalier tidak cuma bertindak brutal terhadap oposisi, tetapi juga rajin mengalihkan uang negara ke rekening pribadinya di Swiss. Saat kembali dari pengasingan 2011 silam, Duvalier didakwa korupsi senilai 800 juta dolar AS.

Peru Alberto Fujimori vor Gericht

#7. Alberto Fujimori, Peru

Alberto Fujimori berkuasa selama 10 tahun di Peru. Buat pendukungya, ia menyelamatkan Peru dari terorisme kelompok kiri dan kehancuran ekonomi. Tapi Fujimori punya sederet catatan gelap, antara lain menerima uang suap dan berbagai tindak korupsi lain. Menurut Transparency International ia mengantongi uang haram sebesar 600 juta dolar AS atau sekitar 8 triliun rupiah. [rzn/ap (Transparency International, Forbes)/dw.com/swh].

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply