Etika Berwisata di Berbagai Negara

Tiap negara punya kebiasaan masing-masing dalam melakukan sesuatu. Berikut perbedaan kebiasaan di berbagai negara yang mungkin Anda kunjungi:

 

Jerman

Jerman dianggap negara tepat waktu. Pertemuan pukul 15:00 misalnya, berarti memang tepat jam 15:00. Seseorang yang terlambat lebih dari 5 menit, sebaiknya meminta maaf. Namun, bahkan lebih baik memberitahukan sebelumnya perihal keterlambatan itu. Banyak orang Jerman sampai berlari-lari jika tahu bakal terlambat ke pertemuan.

Frankreich Paris Gäste in einem Bistro (picture-alliance/dpa/W. Grubitzsch)

Perancis

Makanan yang lezat adalah bagian dari gaya hidup di Perancis. Tidak mengherankan jika cara makan sangatlah penting di sini. Orang bisa mengernyitkan dahi jika mendengar orang lain menyeruput atau makan dengan berisik. Makan ayam jangan dengan jari. Daun selada baru dipotong setelah dilipat dengan pisau dan garpu. Anda juga tidak dituntut untuk makan hingga piring Anda bersih.

Island Thermalbad Myvatn (picture alliance/dpa/S. Ziese)

Islandia

Islandia terkenal dengan pemandian mata air panasnya. Di pemandian mata air panas ini, Anda wajib mematuhi aturan kolam renang umum. Lepas sepatu begitu masuk wahana. Sebelum masuk ke kolam renang, Anda wajib mandi – telanjang! Anda harus mencuci diri secara menyeluruh dengan sabun, terutama kepala dan daerah genital Anda. Orang Islandia sangat marah jika Anda tak melakukan hal ini.

USA Donald Trump (picture alliance/dpa/ZUMAPRESS)

Turki

Ekspresi wajah dan gerak tubuh memiliki arti yang berbeda dalam budaya yang berbeda. Jadi berhati-hatilah! Pada umumnya, mengacungkan jempol tangan berarti “baik-baik saja”, tetapi di beberapa negara Timur Tengah itu adalah sikap cabul dan menghina. Jika Anda menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah, ini adalah undangan terbuka untuk hubungan homoseksual.

Arabische Emirate Gemüsemarkt Souk in Abu Dhabi (picture alliance/dpa/T. Waltham)

Uni Emirat Arab

Minum alkohol di depan umum adalah pelanggaran yang bisa diganjar hukuman. Jika ingin minum alkohol, lebih aman untuk mengkonsumsinya bukan di ruang publik. Juga berhati-hatilah dalam memilih pakaian. Laki-laki lokal, meskipun suhu panas, tidak pernah memakai celana pendek. Perempuan tidak boleh disentuh. Bahkan ketika menyapa, seharusnya tidak ada kontak fisik seperti berjabat tangan.

Indien Kinder Schulessen (picture alliance/AP Photo)

India

Kecuali sakit atau ada gangguan fisik, di India, biasakan makan dengan menggunakan tangan kanan. Hal yang sama berlaku untuk berjabat tangan atau bahkan jika hanya menunjuk pada sesuatu. Tangan kiri dianggap sebagai hal kurang baik dan hanya digunakan untuk menjaga kebersihan tubuh.

Deutschland Chinas Ministerpräsident besucht Wirtschaftskonferenz (picture alliance/dpa/A. Heinken)

Cina

Jangan pernah mengunjungi siapa pun tanpa membawa hadiah. Tapi jangan membawa bunga, karena bunga biasanya diberikan sebagai tanda belasungkawa atas kematian. Lebih baik memberi hadiah berupa minuman atau makanan dari negara Anda. Hal lain, sebagai bentuk kesopanan, orang-orang Cina baru membuka hadiah jika tamu sudah pergi.

Singapur Skyline (picture alliance/dpa/Robertharding)

Singapura

Semua harus tetap bersih di sini! Pelanggar aturan ini bisa dihukum. Jadi jangan nekad buang sampah di jalanan! Jangan makan, minum atau merokok sembarangan di stasiun kereta api atau angkutan umum. Dilarang menguyah permen karet di jalan. Jangan berani-berani untuk membuat grafiti. Di sini penyemprot cat yang tertangkap bisa dihukum dalam bentuk pukulan.

USA Times Square in New York (picture alliance/dpa/zb)

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, jangan lupa untuk memberikan uang tip atas jasa layanan yang Anda terima. Kebanyakan tenaga pelayanan bergantung pada tip untuk mata pencaharian mereka. Di restoran, Anda sebaiknya meninggalkan tip sepuluh sampai dua puluh persen dari jumlah tagihan. Sopir taksi cenderung mengharapkan 15 persen dari tarifnya.

ÄthiopienTraditioneller Kaffee in Addis Abeba (picture alliance/dpa/Photoshot)

Etiopia

Memberi makan satu sama lain adalah tanda kasih sayang di Etiopia. Jika ada yang menawarkan, sebaiknya Anda menerimanya. Bahkan jika Anda tidak tahu semua kebiasaan suatu negara, ada satu cara yang aman untuk bepergian: selalu menghormati budaya asing, mencoba sesuatu, serta menyesuaikan diri. [Ed: Elisabeth Yorck von Wartenburg (ap/vlz)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*