Wiranto: Badan Siber untuk Menangkal Serangan Asing

Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan pembentukan Badan Siber Nasional (Basinas) untuk menangkal berbagai serangan yang menyerang siber yang ada di Indonesia.

Menkopolhukam Wiranto (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa (1/11). Pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas perkembangan isu terkini dan hanya membahas tugas dan fungsi Menkopolhukam. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/16.

Jakarta, Baranews.co -‎ Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan pembentukan Badan Siber Nasional (Basinas) untuk menangkal berbagai serangan yang menyerang siber yang ada di Indonesia. Jika tidak dilindungi bisa menganggu pertahanan dan keamanan negara.

“Presiden sudah menyetujui. Sesegera mungkin akan dibentuk,” kata Wiranto di Jakarta, Jumat (6/1).

Ia menjelaskan lembaga tersebut tidak melikuidasi lembaga-lembaga Siber yang telah ada. Misalnya di Polri, sudah ada unit yang mengurusi Siber. Di TNI juga ada. Di lembaga-lembaga lain juga sudah ada.

“Itu untuk mengkoordinir semua yang telah ada. Jadi menyatukan yang telah terbentuk tetapi bukan membubarkan,” tutur Wiranto.

Menurutnya, Basinas nanti seperti Lembaga Sandi Negara. Lembaga itu pun nanti hanya memperkuat Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang telah ada. “Lemsaneg akan kita empowering. Akan kita perkuat,” tegas Wiranto.

Dia menjelaskan, Basinas dibentuk karena Indonesia menjadi negara terbesar yang kerap terkena kejahatan siber. Jika‎ tidak bisa diproteksi akan terjadi kekacauan. Misalnya, e-commerce, perbankan, perdagangan, bursa saham, pasar, perdagangan online semua lewat internet.

“Kalau ada serangan yang enggak bisa kita atasi, ini kan merusak perekonomian masyarakat, maka kita dirikan Basinas,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengemukakan‎ Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menyiapkan 50 orang ahli IT untuk Badan Siber Nasional. Mereka dilatih untuk menangkal ancaman siber dari dalam dan luar negeri.

“Sudah kita sekolahkan 50 orang ahli IT. Kita latih dia bela negara enam bulan,” kata Ryacudu.

 

 

Robertus Wardi/PCN

Suara Pembaruan

Be the first to comment

Leave a Reply