Menhub Bakal Tetapkan SOP Baru Angkutan Kapal ke Kepulauan Seribu

Usai meninjau, Budi Karya mengatakan, pihaknya akan menetapkan standar operasional dan prosedur (SOP) yang baru untuk mengatur angkutan penyeberangan dari Muara Angke ke Kepualauan Seribu.

Baranews.co – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Selasa (3/1/2017) mengunjungi Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

Maksud kunjungannya kali ini untuk meninjau sarana angkutan kapal di Pelabuhan Kali Adem.

Dalam kunjungannya, Menhub ditemani oleh Pelaksana tugas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muara, Capt. Wahyu Prihanto, KSOP Sunda Kelapa, Benyamin Ginting, dan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Viktor Vikki Subroto.

Usai meninjau, Budi Karya mengatakan, pihaknya akan menetapkan standar operasional dan prosedur (SOP) yang baru untuk mengatur angkutan penyeberangan dari Muara Angke ke Kepualauan Seribu.

Dirinya pun, telah memerintahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk merumuskan SOP baru.

Namun, Budi Karya tidak menyebutkan salah satu syarat dari penentuan SOP baru untuk angkutan kapal penyeberangan ke Kepulauan Seribu

“Kami akan melakukan suatu klarifikasi tentang syarat-syarat kapal itu beroperasi, apa syarat-syaratnya dan apa saja ketentuan yang harus dipenuhi. Karena harus ada suatu perubahan. Kami akan evaluasi syarat-syaratnya,” ujar Budi Karya.

Selain itu, Budi Karya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memperbaiki aksesibilitas jalan menuju Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke.

Menurut dia, aksesibilitas jalan kurang memadai untuk menuju ke Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke.

“Saya juga agak kaget masuk ke sini banjir. Makanya kita koordinasi dengan DKI Jakarta. Karena ini kewenangan DKI Jakarta. Kemenhub berwenang hanya keselamatan, tetapi benar kita satukan agar pelaksanaan lebih baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapal Zahro Express terbakar saat beranjak dari salah satu pelabuhan di Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Penumpang kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 dengan rekreasi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 23 orang meninggal dunia akibat kebakaran Kapal Motor (KM) Zahro Express.

Jumlah penumpang yang dinyatakan hilang 17 orang, sedangkan jumlah korban yang mengalami luka 17 orang. Adapun 194 penumpang dipastikan selamat. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*