Rizieq Kembali Dilaporkan ke Polisi

Hari ini, kami dari Student Peace Institute salah satu lembaga yang mengampanyekan perdamaian dan toleransi mendatangi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Metro Jaya untuk melaporkan saudara Rizieq Syihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Indonesia,

Jakarta, Baranews.co – Direktur Eksekutif Student Peace Institute Doddy Abdallah, melaporkan Rizieq Syihab dan pemilik akun @sayareya terkait kasus dugaan menyebarkan kebencian atau Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), ke Mapolda Metro Jaya, hari ini.

“Hari ini, kami dari Student Peace Institute salah satu lembaga yang mengampanyekan perdamaian dan toleransi mendatangi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Metro Jaya untuk melaporkan saudara Rizieq Syihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Indonesia,” ujar Doddy, Selasa (27/12).

Dikatakannya, pihaknya juga melaporkan pemilik akun Twitter @sayareya. “Barang bukti yang diserahkan video yang berisi ceramah Rizieq yang membahas tentang natal. Jadi yang disinggung Rizieq tentang ajaran dari agama lain. Kami membawa bukti berupa salinan video di dalam flashdisk yang kami serahkan kepada polisi, juga screenshot dari akun penyebar awal yang kami serahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Menyoal apakah sama dengan laporan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Doddy menyampaikan, berbeda.

“Ini beda. Yang mendatangi kemarin itu dari PMKRI. Kami dari Student Peace Institute. Kami datang sebagai mahasiswa muslim, kita kuliah di salah satu universitas Islam di Jakarta,” katanya.

Ia menyampaikan, pihaknya tidak ingin Rizieq dianggap sebagai representasi dari umat Muslim, karena sangat tidak pantas.

“Sangat tidak pantas dalam pandangan kami, kemudian mengaku ulama bersorban berbaju muslim mengucapkan kata-kata yang menyinggung ajaran agama lain. Dari pihak muslim sendiri merasa tersinggung. Kami Student Peace Institute bergerak di bidang perdamaian dan toleransi apa yang kami bangun itu potensi akan rusak, hancur oleh perkataan dari Rizieq,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, dalam rekaman video jelas ada unsur penistaan terhadap suatu agama.

“Unsur penistaan jelas, tapi kita tidak fokus di penistaannya. Kami fokus pada ujaran kebencian. Di situ dia jelas mengolok ajaran agama lain. Di situ dia mengatakan kalau Tuhan beranak siapa yang jadi bidannya? Itu jelas kalau kita dengar mengolok. Itu berpotensi menghancurkan Kebhinnekaan Indonesia,” tandasnya.

Doddy resmi melaporkan Rizieq dengan nomor laporan polisi: LP/6367/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus, terkait kasus dugaan tindak pidana menyebarkan kebencian atau SARA, diduga melanggar Pasal 156 KUHP Juncto Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Sebelumnya diketahui, PP PMKRI juga telah melaporkan Rizieq ke Mapolda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi LP/6344/XII/2016, terkait dugaan penistaan agama melalui media elektronik, Senin (26/12).

Selain Rizieq PP PMKRI juga melaporkan pemilik akun Twitter @sayareya dan akun instagram Ahmad Fauzi. Mereka diduga melanggar Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

 

Bayu Marhaenjati/YUD

BeritaSatu.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*