Soal Pelayanan Kesehatan, Ahok: Saya Tidak Bedakan Kaya dan Miskin

Repro: Niken Purnamasari/detikcom

JAKARTA, Baranews.co – Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) berkomitmen agar semua warga Jakarta bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik dengan BPJS Kesehatan. Bahkan bila orang-orang kaya di Jakarta yang mau dirawat di kelas 3 tetap akan mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI.

“Yang penting anda minta yang kelas 3, di Puskesmas. Semua orang di Jakarta yang punya (mobil) Mercedes, punya berlian Rp 100 miliar pun, kalau mau masuk rumah sakit kelas 3 dan puskesmas kita yang bayar loh,” kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).

“Yang penting sakit masuk kelas 3, kami tanggung. Tapi kalau orang miskin mau ngutang di VVIP, oh boleh itu hak dia,” lanjutnya.

Ahok mengatakan keputusan tersebut dirinya ambil karena sulit membedakan antara orang kaya dan orang miskin. Dirinya juga tidak mau dianggap membeda-bedakan untuk memberi layanan kesehatan pada rakyatnya.

“Saya enggak ngerti membedakan orang kaya dan orang miskin. Ada orang punya rumah besar tapi sitaan bank kan saya enggak ngerti. Makanya saya buat satu peraturan, bagaimana jangan sampai orang yang dikira kaya, akhirnya harus meninggal karena enggak bisa masuk rumah sakit,” tuturnya

“Makanya saya putuskan yang penting kalau sakit masuk kelas 3, pasti kami tanggung,” imbuhnya.

Ahok juga tidak mau bila biaya menjadi alasan orang tidak bisa berobat di rumah sakit. Karena semua sudah ditanggung.

“Jadi enggak ada alasan orang Jakarta hari ini enggak bisa masuk rumah sakit. Karena kami tanggung,” tutupnya. (Bisma Alief Laksana – detikNews/if).

Be the first to comment

Leave a Reply