Mengapa Para Perancang Mobil Masih Menggunakan Tanah Liat?

Di era komputer super dan realitas virtual, para perancang mobil masih memanfaatkan bahan dan peralatan yang low tech atau teknologi rendah, seperti tanah liat. Mengapa?

Baranews.co – Di era komputer super dan realitas virtual, para perancang mobil masih memanfaatkan bahan dan peralatan yang low tech atau teknologi rendah, seperti tanah liat. Mengapa?

Harley Earl adalah desainer legendaris perusahaan mobil General Motors (GM) antara 1927 hingga 1950-an, yang dikenal sebagai tokoh yang merevolusi dunia rancang kendaraan dengan menganggap kendaraan bukan sebagai alat transportasi, namun sebagai karya seni.

Dan medium bagi Earl untuk membuat ‘karya seni’ tersebut adalah lempung atau tanah liat. Dengan membuat model mobil dari tanah liat, klien dan para eksekutif GM bisa melihat, merasakan, dan menyentuh langsung mobil yang tengah didesain.

Baginya, rancangan di atas kertas dalam format dua dimensi, sama sekali tak memadai.

Tapi itu dulu, dan perancang otomotif modern kini memiliki komputer, perangkat lunak yang dirancang khusus, laya monitor raksasa, mesin cetak 3D, proses penggilingan komputer, dan susunan realitas virtual.

Namun dewan rancangan otomotif masih tetap setumpuk tanah liat.

Puluhan tahun berlalu, lempung tetap saja dipakai para perancang mobil.

“Mengapa tanah liat? Ini bisa disamakan dengan pensil dan penghapus. Tanah liat memungkinkan kita untuk membuat perubahan dan penyesuaian dengan sangat mudah,” kata Joe Dehner, kepala bagian desain perubahaan mobil Fiat Chrysler.

Lloyd VandenBrink, manajer desain di Ford Truck Studio di Dearborn, Michigan, AS, juga meyakini bahwa lempung punya banyak keunggulan di era super komputer seperti sekarang ini.

“Lempung membuat perubahan dengan cepat bisa dilakukan‚Ķ Anda bisa mengurangi atau menambahkan bagian mobil dengan sangat sangat mudah.Tanah liat memungkinkan Anda berkreasi semaksimal mungkin,” kata VanderBrink.

“Yang kedua, tanah liat adalah medium kerja sama yang efektif. Semua orang bisa berdiri, mengelilingi model mobil yang tengah dibuat dan memberikan masukan. Lempung memungkinkan bertukar pikiran secara tiga dimensional.”

Lebih banyak data

Land RoverImage copyrightLAND ROVER
Image captionDua perancang di Land Rover memberikan sentuhan akhir atas model kendaraan yang dibuat dari lempung.

Tanah liat yang dipakai para perancang mobil ini bukan sembarang tanah liat. Medium ini sebenarnya adalah lilin yang dicampur dengan bahan-bahan lain, jelas VanderBrink.

“Tak jelas sebenarnya apa bahan-bahan lain tersebut karena terkait dengan hak cipta,” katanya. Beberapa perusahaan mobil membuat sendiri tanah liat khusus ini.

Proses mendesain mobil biasanya memakan waktu satu tahun.

Rancangan dua dimensi yang telah disepakati diikuti dengan pembuatan model dengan skala 4:10. Versi ini dikirim ke berbagai bagian di perusahaan, seperti manajemen dan pemasaran, sebelum dibuatkan model dalam ukuran yang sebenarnya.

Tanah liat tak hanya sangat berguna untuk melihat secara langsung bentuk akhir mobil, tapi juga efektif dipakai pada tahap pengujian.

Misalnya ketika kendaraan menjalani tes di terowongan angin (wind tunnel).

“Dengan tanah liat kita dengan mudah mengurangi atau menambahkan sesuatu pada bodi kendaraan. Uji bisa dilakukan sebanyak yang kita inginkan dan itu artinya kita punya lebih banyak data,” ungkap Dehner.

Model mobil dari tanah liat ini kemudian dilengkapi dengan lampu.

Belum akan dibuang dalam waktu dekat

Tanah liatImage copyrightBBC AUTOS
Image captionTanah liat memungkinkan perubahan atas desain mobil bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.

Setelah keseluruhan bodi dilapisi dengan bahan khusus yang sekilas tak ubahnya seperti permukaan yang dicat. Dari jarak tiga meter Anda tak akan mengira bahwa di bawah lapisan ini adalah tanah liat.

Pada tahap ini para petinggi perusahaan akan dipanggil untuk dimintai pendapat. Jika mereka setuju, maka akan dibuatkan versi lain dengan bahan serat kaca atau resin.

Model dari bahan inilah yang biasanya dipajang di pameran mobil atau di acara konferensi pers.

Model dari bahan tanah lain kemudian dipensiunkan, disimpan, dan kemudian didaur ulang.

Di studio milik Ford di Dearborn terdapat sekitar 160 perancang, 125 di antaranya biasanya menggunakan tanah liat.

Apakah kelak para perancang akan meninggalkan tanah liat sama sekali ketika mendesain mobil?

Mungkin tidak, kata Dehner. Baginya tanah liat dan realitas virtual bukan saling mematikan.

“Kita bisa memanfaatkan keduanya. Sejak 1980-an banyak yang yakin era tanah liat akan segera berakhir. Kenyataannya kita tetap memakainya hingga sekarang. Alasannya sederhana. Kita tak menemukan medium yang lebih baik dari tanah liat,” kata Dehner. (bbc.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply