Kreativitas Seni dan Ekspresi Politik Kawula Muda Jakarta

JAKARTA – Ratusan kaum muda dari seluruh wilayah DKI Jakarta berkumpul di Balai Rakyat Pasar Minggu Jakarta, Jumat (2/12/2016). Mereka hadir dalam acara Pentas Seni dan Budaya sekaligus Deklarasi Komunitas Pemilih Pemula Ahok- Djarot yang dihelat oleh Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan .

Kegiatan ini digelar Almisbat Jakarta sebagai ajang kaum muda untuk mengekspresikan kreativitas dan semangat kepemudaan mereka.

Selain pentas seni dan budaya, acara juga diisi dengan pembacaan ikrar politik kaum muda terkait pelaksanaan Pilkada Jakarta 2017.

“Bahwa Pilkada seharusnya menjadi sarana demokratis untuk memilih kepemimpinan dan sekaligus ruang pendidikan politik yang baik, khususnya bagi kami selaku kawula muda dan pemilih pemula,” kata Wahyu Apriansyah saat membacakan deklarasi.

Oleh karena itu, mereka berharap agar pelaksanaan Pilkada Jakarta dapat berlangsung dengan Jujur, Adil, Damai, dan Demokratis, serta tanpa prasangka dan sentimen SARA.

“Kami menolak penggunaan isu dan sentimen SARA dalam bentuk apapun, karena selain memecah belah masyarakat dan NKRI, hal itu juga bukan bentuk pendidikan politik yang baik bagi kami serta masyarakat pada umumnya,” sambung Wahyu.

Terakhir, mereka menyatakan: “mendukung kepemimpinan yang telah terbukti dan teruji membawa banyak kemajuan dan perbaikan kota Jakarta selama ini.”

Sementara itu, Ketua DPD Almisbat DKI Jakarta, Ch. Ambong mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan ini selain untuk menyalurkan kreativitas seni dan budaya kawula muda, juga agar generasi muda mendapat pendidikan politik yang baik.

“Ini memang kampanye agar pemilih pemula dapat mengikuti Pilkada dengan demokratis dalam arti yang seluasnya, tanpa prasangka dan bebas sentimen SARA,” kata Ambong.

Ambong menambahkan, Almisbat ingin masa depan demokrasi di Indonesia lebih berkualitas dan bermartabat.

“Itulah sebabnya acara ini dilakukan oleh dan untu mereka selaku kawula muda dan pemilih pemula. Karena di pundak merekalah masa depan demokrasi Indonesia berada,” ujar Ambong.

Selama sekitar lima jam, satu persatu penampil mengisi acara berupa pembacaan puisi, paduan suara, stan up comedy, band, tari-tarian, dan lain-lain. Mereka berasal dari sejumlah unit kegiatan di sekolah,  kampus, serta berbagai kelompok kreasi seni budaya di berbagai wilayah Jakarta.

Selain mereka, acara ini juga dimeriahkan oleh artis penyanyi Oppie Andaresta dan band. (PR/dd)

Be the first to comment

Leave a Reply