Kerabat Mengenang Begawan Hukum Tata Negara Prof Dr Sri Soemantri

Rumah duka Sri Soemantri (Repro: detiknews/Foto: Masnur Diansyah)

JAKARTA, Baranews.co – Prof Dr Sri Soemantri salah satu begawan hukum tata negara di Indonesia, tutup usia. Almarhum meninggal pada usia 90 tahun. Almarhum merupakan sosok yang sangat dekat dan memiliki perhatian besar kepada keluarganya.

Suryo Utomo, cucu pertama, mengatakan jika dirinya sangat dekat dengan eyangnya tersebut.

“Saya tinggal di rumah eyang karena saya kan kuliah di Bandung juga waktu itu, jadi saya tinggal di sini, dan dekat sekali sama eyang,” kata Suryo kepada detikcom saat ditemui di rumah duka, Jalan Tengku Angkasa nomor 38, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (30/11/2016).

Suryo mengingat jika dirinya bersama almarhum tak lupa sering meluangkan waktu untuk makan bersama. Sosok guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini memiliki sifat disiplin, tegas namun ramah.

“Lengkap ya. Galak iya, tegas, ramah. Karena beliau ini orangnya disiplin juga,” lanjutnya.

Suryo menilai eyangnya tersebut memiliki ingatan yang kuat. Sri kerap memberikan motivasi semangat kepada cucunya soal menuntut ilmu melalui. Semangat itu disampaikan lewat cerita dan pengalaman semasa Soemantri berjuang dalam dunia pendidikan.

“Ingatannya itu kuat, jadi sering kalau cerita zaman dulu seperti apa saat zaman sekolahnya itu, kalau cerita masalah pendidikan itu pasti sampe detail,” ungkapnya.

Sementara itu, Ina Junainah dari Departemen Hukum Tata Negara Unpad pun menyampaikan rasa kehilangan dengan kepergian almarhum. Menurutnya seluruh Indonesia termasuk seluruh muridnya yang pernah diberikan ilmu pasti merasa kehilangan.

“Yang merasa kehilangan bukan dari perspektif keluarga besar dalam arti anak cucunya saja, mereka yang concern terhadap konstitusi juga pasti merasakan hal yang sama. Beliau kita anggap sebagai Bapak Konstitusi. Saya kira seluruh Indonesia, karena murid beliau itu seluruh Indonesia,” tambah Ina saat ditemui di rumah duka.

Tak sedikit kalimat turut berduka cita mengalir dari para murid di beberapa daerah, yang pernah diajarkan oleh almarhum.

“Banyak tadi dari daerah lain, yang turut mengucapkan duka cita kepada beliau setelah mendapatkan kabar meninggalnya beliau,” kata dia.

Universitas Padjajaran sendiri baru saja merayakan ulang tahun Soemantri dengan kontribusi dari para muridnya berupa peluncuran buku. Almarhum di mata para kerabat dan muridnya adalah seorang guru yang baik dan menjadi teladan bagi semua.

“Di Universitas (Unpad) sendiri dari muridnya berupa launching buku kontekstualisasi pemikiran beliau. Dan itu baru dilaunching beberapa bulan lalu,” tuturnya.

Almarhum memiliki nama lengkap Prof Dr H Raden Taufik Sri Soemantri Martasuwitnyo, meninggalkan 10 orang anak, 20 cucu dan 2 cicit. Soemantri punya karya penting, sebut saja ‘Hak Menguji Material di Indonesia’ dan ‘Prosedur dan Sistem Perubahan Konstitusi’. Almarhum akan dimakamkan di TPU Muslimah Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung pada hari Kamis, 1 Desember 2016, pukul 09.00 WIB. (Masnur Diansyah – detikNews/ds).

Be the first to comment

Leave a Reply