Pemerintah Bangun IPAL untuk 5.000 Sambungan Rumah di Banda Aceh

Sebagian masyarakat di Banda Aceh masih membuang limbah domestik ke tangki septik yang tidak dirancang dan dibangun dengan konstruksi kedap air. Hal tersebut berpotensi mencemari air tanah dan lingkungan.

BANDA ACEH, Baranews.co – Sebagian masyarakat di Banda Aceh masih membuang limbah domestik ke tangki septik yang tidak dirancang dan dibangun dengan konstruksi kedap air. Hal tersebut berpotensi mencemari air tanah dan lingkungan.

Untuk menyediakan sistem pengelohaan limbah secara off-site, pemerintah melalui gerakan Universal Access 100-0-100, membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Jaringan Air Limbah Kota Banda Aceh.

“IPAL itu untuk 5.000 sambungan rumah, mulai tahun 2015 kemarin, 2016, kemudian kami teruskan pada 2017,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Banda Aceh, Kamis (24/11/2016).

Pembangunan IPAL ini dilakukan di Gampong Jawa. Selain IPAL, pembangunan juga mencakup Jaringan Perpipaan Utama Peuniti, Jaringan Perpipaan Air Limbah Kawasan Peuniti, dan Sump Pit, serta sarana penunjang.

IPAL tersebut rencananya memiliki kapasitas 1.000 meter kubik per hari. Konstruksi IPAL berupa 2 unit Kolam Maturasi dan 2 unit Kolam Aerasi.

Waktu pelaksanaannya dijadwalkan berakhir pada 17 Oktober 2017. Hingga November, progres fisik mencapai 42,69 persen sementara keuangan 23,19 persen.

Pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rinciannya, pada 2015, APBN yang digelontorkan sebesar Rp 15 miliar dan APBD Rp 2,3 miliar. APBD ini berupa estimasi dana atas lahan seluas 1,6 hektar sebagai kontribusi Pemerintah Kota Banda Aceh.

Pada 2016, nilai APBN untuk pembangunan IPAL tersebut adalah sebesar Rp 45 miliar. Nilai yang sama juga dikeluarkan untuk tahun depan.  Secara total, pendanaan dari 2015-2017 adalah sebesar Rp 107,3 miliar. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply